Sabtu, 19 Februari 2011

Lamunan Sendu

Tatapan sayu 2 bola mata membuat hati ini risau...
Entah apa yang ia lamunkan sekarang? masalahnya kah?,teman-temannya kah? atau kemana ia akan melanjutkan sekolahnya?
bukan hak ku untuk mengetahuinya masalahnya lebih jauh,itu bukan urusanku...
tapi,mengapa aku ingin tahu dan mencampurinya?

semakin hari kuperhatikan,semakin sering ia melamun, di sisi lain aku kasihan melihatnya tetapi di sisi lainnya aku kecewa dengan sikapnya yang enggan berbagi cerita dengan orang-orang di sekitarnya.Apakah dengan menutup diri masalahnya akan selesai? tentu saja tidak.

jika aku memiliki 1 hari dari 100 tahun yang kumiliki
kuingin selalu berada di sampingnya,mendengarkan tiap keluh kesah yang ia rasakan
mendekap erat tubuh mungilnya dan akan kukecup keningnya dengan penuh rasa kasih sayang, kuakan terus mengulanginya hingga nafasku hilang terbawa angin di sore hari.

Aku rela menunggu bertahun-tahun hanya untuk menyampaikan sebuah pertanyaan kepada dirinya dan menunggu kata-kata itu terlontar keluar dari bibir mungilnya meskipun pedih kurasa, akan tetap kuterima dengan lapang dada...
Tak ada air mata,tak ada rasa sesal,yang ada hanya sebuah tanya.

"Apakah Ia akan terus melamun?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar