Jumat, 15 April 2011

Secarik Kertas Untuk Marcelina

Di tempat ini, kumenantikan dirimu
selalu
Tak pernah kuhiraukan segala godaan yang datang menganggu
kutetap berdiri disini, menantikan kedatanganmu
selalu.

Banyak hal yang ingin kusampaikan padamu, tapi tak dapat kusampaikan segala rasa yang ingin kusampaikan kepadamu.Apa yang sebenarnya terjadi?
hanya kau dan Tuhan yang tahu...

Kumasih menunggu kedatanganmu, tak pernah kumerasa Jenuh
selalu
Menantikan suatu hal yang mustahil terjadi, dirimu
selalu

Kebencian yang sedang Ia alami adalah sebuah dilema besar
yang tak dapat diterima oleh Nalar manusia
ohhh Tuhan
berikan aku kesempatan untuk berbicara kepadanya, untuk terakhir kalinya.


Hanya secarik kertas yang akan mewakili segenap isi hatiku
secarik kertas untuk menghilangkan kebencian dan juga prasangka
ku berharap masih bisa bertemu dirimu dilain waktu
semoga.

Selasa, 12 April 2011

You !!!

Momen ini telah lama kutunggu-tunggu jantungku berdetak kencang tidak seperti biasa
perasaanku senang,khawatir,takut dan sedih bercampur ke dalam wadah emosiku.
Sesekali ku pejamkan mata dan menghela nafas panjang guna menenangkan jiwaku yang penuh gejolak



Waktu yang mempertemukan kita, waktu pula yang memisahkan kita
singkat memang, tapi bagiku sebuah momen yang takkan pernah kulewatkan.Senyumanmu bagai matahari yang terbenam di semenanjung pantai
ku tak dapat menahan emosi tiap kali ku memandang kedua bola matamu.



Kumasih Ingin melihatmu tersenyum, tetapi keadaan tak membuatku berkutik
lidah membeku mulutpun serasa terkunci
tak ada kata, bahkan sebuah kalimat yang dapat terucapkan.



Dan semuanya begitu indah, begitu manis
terekam di otakku
saat kau tersenyum, saat kau tertawa, saat kau terdiam
dan semuanya tentang dirimu

Selasa, 05 April 2011

Menjaga Senyuman

Sekilas semua tampak sama, tak ada yang berbeda
di banding dengan hari-hari yang telah terlewati
perlahan, semua berlalu secara perlahan seperti jarum jam yang terus berlalu.

Semua berlalu, semua berbeda dan jelas tampak asing untuk di pandang mata.Tetapi ada hal yang tak pernah berlalu, berbeda dan menarik untuk dipandang mata sebuah senyuman, senyuman yang dapat mengubah dunia.

Senyuman itu bagai sebuah candu, ku ingin melihat senyuman itu setiap detik, setiap menit, setiap jam di setiap waktu yang kumiliki di dunia ini.Tetapi, ku tak ingin memiliki senyuman itu, karena ku tak pantas memilikinya.

Senyuman itu milik seorang gadis, seorang gadis yang entah mengapa bisa tiba-tiba muncul di dalam kehidupanku, bahkan dapat menggantikan "duniaku".Ku ingin berbicara banyak hal kepadanya, maka kutitipkan pesan kepada angin.

Sebuah pesan...
Pesan singkat untuk gadis itu, semoga
semoga gadis itu dapat menjaga senyuman