Aku hampir lupa...
bagaimana caranya mengingatmu tanpa ada rasa rindu sekalipun dan aku juga bingung bagaimana caranya menceritakan sosokmu secara lisan
dirimu abstrak didalam kelabunya pelangi
seolah tak mau hilang di hembus angin malam.
Mungkin... dengan melupakanmu, aku akan sembuh dari kegilaan ini
tetapi...
sulit rasanya untuk melupakanmu,
engkau adalah cahaya yang benderang di tiap malam yang gelap
wajahmu bagaikan rembulan di kala purnama...
Seandainya kumemiliki kesempatan kedua...
akan merangkulmu erat-erat, tanpa melepaskanmu sedetikpun
hingga raga ini tak bernyawa lagi...