Tak Jumaya Jiwaku di hadapan dunia...
ku kehilangan jati diriku sebagai seorang anak yang baik
aku terjatuh didalam emosi ku sendiri dan tenggelam didasar palung kebencian terdalam.
Rasa putus asa terus membanyangi angan-anganku aku
gagal... aku gagal... aku gagal...
dan menjadi bahan ejekan setiap individu, aku sadar aku tak sempurna, tak sempurna untuk menjadi seseorang yang bisa di banggakan dan itulah takdir yang harus kuterima.
Miris... Disini ku sendiri tak ada teman, teman mereka semua pergi ke dimensi lain
dimensi yang berbeda dan tak sanggup tuk di jangkau dengan nalar manusia
adakah yang akan menemaniku disini?
Rabu, 30 November 2011
Jumat, 23 September 2011
Theology Memorybilika
Aku hampir lupa...
bagaimana caranya mengingatmu tanpa ada rasa rindu sekalipun dan aku juga bingung bagaimana caranya menceritakan sosokmu secara lisan
dirimu abstrak didalam kelabunya pelangi
seolah tak mau hilang di hembus angin malam.
Mungkin... dengan melupakanmu, aku akan sembuh dari kegilaan ini
tetapi...
sulit rasanya untuk melupakanmu,
engkau adalah cahaya yang benderang di tiap malam yang gelap
wajahmu bagaikan rembulan di kala purnama...
Seandainya kumemiliki kesempatan kedua...
akan merangkulmu erat-erat, tanpa melepaskanmu sedetikpun
hingga raga ini tak bernyawa lagi...
bagaimana caranya mengingatmu tanpa ada rasa rindu sekalipun dan aku juga bingung bagaimana caranya menceritakan sosokmu secara lisan
dirimu abstrak didalam kelabunya pelangi
seolah tak mau hilang di hembus angin malam.
Mungkin... dengan melupakanmu, aku akan sembuh dari kegilaan ini
tetapi...
sulit rasanya untuk melupakanmu,
engkau adalah cahaya yang benderang di tiap malam yang gelap
wajahmu bagaikan rembulan di kala purnama...
Seandainya kumemiliki kesempatan kedua...
akan merangkulmu erat-erat, tanpa melepaskanmu sedetikpun
hingga raga ini tak bernyawa lagi...
Minggu, 17 Juli 2011
A Moment To Remember
Seperti mimpi kau menghampiriku dangan senyum termanis yg engkau miliki
semuanya seperti mimpi saat kau meyakinkanku agar tetap bertahan disini
saat-saat tak terlupakan dan tak akan bisa dilupakan
waktu telah lama berlalu, masih kah kau menyimpan senyuman itu?
apakah kau masih ingin memberikannya padaku?
semoga iya, karena aku ingin melihatnya sekali lagi...
ada saatnya manusia merasa bosan dan jenuh menghadapi rasa rindu yg begitu akut
dan ada saatnya juga manusia takut dengan apa yg telah ia perbuat di masa lalu
dan itulah yg membuat diriku tegar...
diriku mungkin akan mati di makan usia
tubuh pasti akan hancur di telan bumi
dan roh ku akan kembali ke Sang Pencipta
tetapi...
ingatanku tentang dirimu tak akan pernah pudar...
semuanya seperti mimpi saat kau meyakinkanku agar tetap bertahan disini
saat-saat tak terlupakan dan tak akan bisa dilupakan
waktu telah lama berlalu, masih kah kau menyimpan senyuman itu?
apakah kau masih ingin memberikannya padaku?
semoga iya, karena aku ingin melihatnya sekali lagi...
ada saatnya manusia merasa bosan dan jenuh menghadapi rasa rindu yg begitu akut
dan ada saatnya juga manusia takut dengan apa yg telah ia perbuat di masa lalu
dan itulah yg membuat diriku tegar...
diriku mungkin akan mati di makan usia
tubuh pasti akan hancur di telan bumi
dan roh ku akan kembali ke Sang Pencipta
tetapi...
ingatanku tentang dirimu tak akan pernah pudar...
Senin, 13 Juni 2011
Selaras
Di balik senyumanmu ada sebuah misteri
Di dalam matamu tersimpan sebuah dunia
tetapi di dalam hatimu ada sesuatu yg harus kutunggu...
Sesuatu yang bisa membuat diriku kembali bergelora
adalah senyummu
engkau telah mengajarkan apa itu arti dari sebuah perasaan
ku ingin merekah kembali senyum itu, agar kudapat merasakan hangatnya pesona dari Aura jiwamu.Kuingin menemani dirimu hampir di setiap detak jantung yang kumiliki
Ku tak pernah merasa bosan menantikan dirimu
meskipun harapan tipis sudah jelas di nadiku
Ku akan tetap memperjuangkan keyakinanku
Mencintai
Dicintai
Selaras di dalam Hati
Di dalam matamu tersimpan sebuah dunia
tetapi di dalam hatimu ada sesuatu yg harus kutunggu...
Sesuatu yang bisa membuat diriku kembali bergelora
adalah senyummu
engkau telah mengajarkan apa itu arti dari sebuah perasaan
ku ingin merekah kembali senyum itu, agar kudapat merasakan hangatnya pesona dari Aura jiwamu.Kuingin menemani dirimu hampir di setiap detak jantung yang kumiliki
Ku tak pernah merasa bosan menantikan dirimu
meskipun harapan tipis sudah jelas di nadiku
Ku akan tetap memperjuangkan keyakinanku
Mencintai
Dicintai
Selaras di dalam Hati
Minggu, 12 Juni 2011
Nosih Tak Percaya
Sesuatu yang tak seharusnya terjadi
terjadilah hari ini, karena sesungguhnya tak ada yang tahu kapan itu akan terjadi
dan ketika aku menyadarinya, aku tak dapat berbuat apa-apa
sungguh ku tak berdaya menghadapi gradasi perasaan yang menghantam hatiku bagaikan gelombang elektromagica yg mematikan engkau hadir mengisi malam-malam sunyiku
tetapi
Nosih tak percaya
tak percaya dengan setiap perkataanku
kenapa semua harus di jelaskan bukan dengn kata-kata formal
Nosih tak percaya
terjadilah hari ini, karena sesungguhnya tak ada yang tahu kapan itu akan terjadi
dan ketika aku menyadarinya, aku tak dapat berbuat apa-apa
sungguh ku tak berdaya menghadapi gradasi perasaan yang menghantam hatiku bagaikan gelombang elektromagica yg mematikan engkau hadir mengisi malam-malam sunyiku
tetapi
Nosih tak percaya
tak percaya dengan setiap perkataanku
kenapa semua harus di jelaskan bukan dengn kata-kata formal
Nosih tak percaya
Sabtu, 21 Mei 2011
Aku dan Waktuku, Kau dan Ceritamu
Senyuman itu telah berlalu
yang selama ini di nantikan telah hilang ditelan oleh perasaan malu yang akut
rasa sesal selalu kurasakan dan selalu ingin kuceritakan, tetapi kepada siapa akan kuceritakan rasa rinduku yang akut ini?.
Kepada angin
Kepada bulan
ataukah kepada hujan yang turun di bulan November?
entah sampai kapan akan menantikan momen yang tak pernah engkau pikirkan sama sekali
aku hanya terus berdoa
mendoakan segala hal yang terbaik untukmu.
Walaupun dirimu tak tahu menahu bahkan tak ingin tahu sama sekali, tentang hal ini
ku akan tetap berdiri di atas keyakinanku. Karena kuyakin suatu saat semua akan terjawab.
Kuakan Menceritakan hal ini
kepada saudara-saudariku
kepada teman-temanku
kepada teman-temanmu.
Bahkan kepada Dunia, agar mereka semua tahu betapa hebatnya dirimu.
yang selama ini di nantikan telah hilang ditelan oleh perasaan malu yang akut
rasa sesal selalu kurasakan dan selalu ingin kuceritakan, tetapi kepada siapa akan kuceritakan rasa rinduku yang akut ini?.
Kepada angin
Kepada bulan
ataukah kepada hujan yang turun di bulan November?
entah sampai kapan akan menantikan momen yang tak pernah engkau pikirkan sama sekali
aku hanya terus berdoa
mendoakan segala hal yang terbaik untukmu.
Walaupun dirimu tak tahu menahu bahkan tak ingin tahu sama sekali, tentang hal ini
ku akan tetap berdiri di atas keyakinanku. Karena kuyakin suatu saat semua akan terjawab.
Kuakan Menceritakan hal ini
kepada saudara-saudariku
kepada teman-temanku
kepada teman-temanmu.
Bahkan kepada Dunia, agar mereka semua tahu betapa hebatnya dirimu.
Selasa, 10 Mei 2011
Cukup Untuk Saat Ini
Setiap individu tak pernah paham dengan apa yang dirasakan oleh individu lainnya
andai hal itu terjadi mungkin tak ada yang akan tersakiti oleh kerasnya rasa egoisme dan juga tak akan ada yang tersisih oleh kejamnya perasaan.
Aku masih terombang-ambing di tengah gelombang kebingungan yang terus menyapu habis isi hatiku, meluluh lantakan semua harapan.
Tak berarti sama sekali tak berarti.
Sejenak kuberfikir untuk meninggalkan ini semua, melupakan senyummu dan membuang segala hal tentang dirimu.Sudah terlalu lama ku berlari mengejar hal yang tak pasti
bukan menyerah, hanya berhenti sejenak untuk mundur selangkah kemudian mengambil 3 langkah kemenangan.
Biarkanlah waktu yang berbicara dan membuktikan setiap perkataan yang pernah ku ucapkan kepadamu...
yang sekarang kulakukan hanya menunggu
menunggu waktu yang tepat
andai hal itu terjadi mungkin tak ada yang akan tersakiti oleh kerasnya rasa egoisme dan juga tak akan ada yang tersisih oleh kejamnya perasaan.
Aku masih terombang-ambing di tengah gelombang kebingungan yang terus menyapu habis isi hatiku, meluluh lantakan semua harapan.
Tak berarti sama sekali tak berarti.
Sejenak kuberfikir untuk meninggalkan ini semua, melupakan senyummu dan membuang segala hal tentang dirimu.Sudah terlalu lama ku berlari mengejar hal yang tak pasti
bukan menyerah, hanya berhenti sejenak untuk mundur selangkah kemudian mengambil 3 langkah kemenangan.
Biarkanlah waktu yang berbicara dan membuktikan setiap perkataan yang pernah ku ucapkan kepadamu...
yang sekarang kulakukan hanya menunggu
menunggu waktu yang tepat
Jumat, 15 April 2011
Secarik Kertas Untuk Marcelina
Di tempat ini, kumenantikan dirimu
selalu
Tak pernah kuhiraukan segala godaan yang datang menganggu
kutetap berdiri disini, menantikan kedatanganmu
selalu.
Banyak hal yang ingin kusampaikan padamu, tapi tak dapat kusampaikan segala rasa yang ingin kusampaikan kepadamu.Apa yang sebenarnya terjadi?
hanya kau dan Tuhan yang tahu...
Kumasih menunggu kedatanganmu, tak pernah kumerasa Jenuh
selalu
Menantikan suatu hal yang mustahil terjadi, dirimu
selalu
Kebencian yang sedang Ia alami adalah sebuah dilema besar
yang tak dapat diterima oleh Nalar manusia
ohhh Tuhan
berikan aku kesempatan untuk berbicara kepadanya, untuk terakhir kalinya.
Hanya secarik kertas yang akan mewakili segenap isi hatiku
secarik kertas untuk menghilangkan kebencian dan juga prasangka
ku berharap masih bisa bertemu dirimu dilain waktu
semoga.
selalu
Tak pernah kuhiraukan segala godaan yang datang menganggu
kutetap berdiri disini, menantikan kedatanganmu
selalu.
Banyak hal yang ingin kusampaikan padamu, tapi tak dapat kusampaikan segala rasa yang ingin kusampaikan kepadamu.Apa yang sebenarnya terjadi?
hanya kau dan Tuhan yang tahu...
Kumasih menunggu kedatanganmu, tak pernah kumerasa Jenuh
selalu
Menantikan suatu hal yang mustahil terjadi, dirimu
selalu
Kebencian yang sedang Ia alami adalah sebuah dilema besar
yang tak dapat diterima oleh Nalar manusia
ohhh Tuhan
berikan aku kesempatan untuk berbicara kepadanya, untuk terakhir kalinya.
Hanya secarik kertas yang akan mewakili segenap isi hatiku
secarik kertas untuk menghilangkan kebencian dan juga prasangka
ku berharap masih bisa bertemu dirimu dilain waktu
semoga.
Selasa, 12 April 2011
You !!!
Momen ini telah lama kutunggu-tunggu jantungku berdetak kencang tidak seperti biasa
perasaanku senang,khawatir,takut dan sedih bercampur ke dalam wadah emosiku.
Sesekali ku pejamkan mata dan menghela nafas panjang guna menenangkan jiwaku yang penuh gejolak
Waktu yang mempertemukan kita, waktu pula yang memisahkan kita
singkat memang, tapi bagiku sebuah momen yang takkan pernah kulewatkan.Senyumanmu bagai matahari yang terbenam di semenanjung pantai
ku tak dapat menahan emosi tiap kali ku memandang kedua bola matamu.
Kumasih Ingin melihatmu tersenyum, tetapi keadaan tak membuatku berkutik
lidah membeku mulutpun serasa terkunci
tak ada kata, bahkan sebuah kalimat yang dapat terucapkan.
Dan semuanya begitu indah, begitu manis
terekam di otakku
saat kau tersenyum, saat kau tertawa, saat kau terdiam
dan semuanya tentang dirimu
perasaanku senang,khawatir,takut dan sedih bercampur ke dalam wadah emosiku.
Sesekali ku pejamkan mata dan menghela nafas panjang guna menenangkan jiwaku yang penuh gejolak
Waktu yang mempertemukan kita, waktu pula yang memisahkan kita
singkat memang, tapi bagiku sebuah momen yang takkan pernah kulewatkan.Senyumanmu bagai matahari yang terbenam di semenanjung pantai
ku tak dapat menahan emosi tiap kali ku memandang kedua bola matamu.
Kumasih Ingin melihatmu tersenyum, tetapi keadaan tak membuatku berkutik
lidah membeku mulutpun serasa terkunci
tak ada kata, bahkan sebuah kalimat yang dapat terucapkan.
Dan semuanya begitu indah, begitu manis
terekam di otakku
saat kau tersenyum, saat kau tertawa, saat kau terdiam
dan semuanya tentang dirimu
Selasa, 05 April 2011
Menjaga Senyuman
Sekilas semua tampak sama, tak ada yang berbeda
di banding dengan hari-hari yang telah terlewati
perlahan, semua berlalu secara perlahan seperti jarum jam yang terus berlalu.
Semua berlalu, semua berbeda dan jelas tampak asing untuk di pandang mata.Tetapi ada hal yang tak pernah berlalu, berbeda dan menarik untuk dipandang mata sebuah senyuman, senyuman yang dapat mengubah dunia.
Senyuman itu bagai sebuah candu, ku ingin melihat senyuman itu setiap detik, setiap menit, setiap jam di setiap waktu yang kumiliki di dunia ini.Tetapi, ku tak ingin memiliki senyuman itu, karena ku tak pantas memilikinya.
Senyuman itu milik seorang gadis, seorang gadis yang entah mengapa bisa tiba-tiba muncul di dalam kehidupanku, bahkan dapat menggantikan "duniaku".Ku ingin berbicara banyak hal kepadanya, maka kutitipkan pesan kepada angin.
Sebuah pesan...
Pesan singkat untuk gadis itu, semoga
semoga gadis itu dapat menjaga senyuman
di banding dengan hari-hari yang telah terlewati
perlahan, semua berlalu secara perlahan seperti jarum jam yang terus berlalu.
Semua berlalu, semua berbeda dan jelas tampak asing untuk di pandang mata.Tetapi ada hal yang tak pernah berlalu, berbeda dan menarik untuk dipandang mata sebuah senyuman, senyuman yang dapat mengubah dunia.
Senyuman itu bagai sebuah candu, ku ingin melihat senyuman itu setiap detik, setiap menit, setiap jam di setiap waktu yang kumiliki di dunia ini.Tetapi, ku tak ingin memiliki senyuman itu, karena ku tak pantas memilikinya.
Senyuman itu milik seorang gadis, seorang gadis yang entah mengapa bisa tiba-tiba muncul di dalam kehidupanku, bahkan dapat menggantikan "duniaku".Ku ingin berbicara banyak hal kepadanya, maka kutitipkan pesan kepada angin.
Sebuah pesan...
Pesan singkat untuk gadis itu, semoga
semoga gadis itu dapat menjaga senyuman
Senin, 21 Maret 2011
MonoDrama
Tak ada orang lain
hanya aku sebagai tokoh tunggal dalam drama ini, yang lain hanyalah penggalan-penggalan memori dari ingatan otak kiriku yang tampil kembali di dalam kehidupanku. Tak ada naskah, panggung dan juga penonton pada awalnya tetapi, semakin dalam kumemainkan peran semakin banyak yang menonton drama ini Malaikat,setan, mungkin Tuhan juga menontonnya.
Semakin ramai, semakin banyak yang datang menonton dan mencibir sampai menanyakan siapa orang yang berada di balik drama ini?. Tak ada yang akan menyangka siapa sosok di balik MonoDrama ini.
Dirimulah yang memulai Drama ini, engkaulah Sutradaranya, kau yang mengatur kemana alur cerita ini berjalan dan kau yang menentukan akhir Drama ini, aku hanyalah seorang pemain sandiwara yang lupa akan peran yang sedang kuperankan. Begitu hebat drama ini, berjalan tanpa naskah dan hanya di sandiwarakan oleh seseorang yang tidak waras.
Berat rasanya untuk melanjutkan sandiwara ini, tetapi terlalu dini untuk mengakhiri drama ini. Kumasih ingin menari, bernyanyi dan menereriakkan namamu sekeras-kerasnya. Sendirian, kulakukan semua itu sendirian, tak ada yang menemaniku beraduperan didalam pentas ini.
yah... memang ini adalah Drama milikku yang diatur oleh seseorang, kuingin meneriakkan namanya sekeras-kerasnya.
" IIN MARCELINA !!! "
hanya aku sebagai tokoh tunggal dalam drama ini, yang lain hanyalah penggalan-penggalan memori dari ingatan otak kiriku yang tampil kembali di dalam kehidupanku. Tak ada naskah, panggung dan juga penonton pada awalnya tetapi, semakin dalam kumemainkan peran semakin banyak yang menonton drama ini Malaikat,setan, mungkin Tuhan juga menontonnya.
Semakin ramai, semakin banyak yang datang menonton dan mencibir sampai menanyakan siapa orang yang berada di balik drama ini?. Tak ada yang akan menyangka siapa sosok di balik MonoDrama ini.
Dirimulah yang memulai Drama ini, engkaulah Sutradaranya, kau yang mengatur kemana alur cerita ini berjalan dan kau yang menentukan akhir Drama ini, aku hanyalah seorang pemain sandiwara yang lupa akan peran yang sedang kuperankan. Begitu hebat drama ini, berjalan tanpa naskah dan hanya di sandiwarakan oleh seseorang yang tidak waras.
Berat rasanya untuk melanjutkan sandiwara ini, tetapi terlalu dini untuk mengakhiri drama ini. Kumasih ingin menari, bernyanyi dan menereriakkan namamu sekeras-kerasnya. Sendirian, kulakukan semua itu sendirian, tak ada yang menemaniku beraduperan didalam pentas ini.
yah... memang ini adalah Drama milikku yang diatur oleh seseorang, kuingin meneriakkan namanya sekeras-kerasnya.
" IIN MARCELINA !!! "
Rabu, 16 Maret 2011
Jinak-Jinak Merpati
Di setiap langkah yang engkau pijak
Di setiap nafas yang engkau hela
Kutitipkan doa Sang Pencipta
Tak pernah dipungkiri, kita akan bertemu di tempat ini.
Tak ada yang merencanakan ini semua, bukan Aku, juga bukan Kau...
Waktu berlalu, dan semua telah berlalu dengan cepat, 248 hari engkau menghiasi hari-hariku, setiap orang yang bertanya tentang parasaanku kepadamu, kau akan pergi tanpa memberi penjelasan.
Seperti merpati yang jinak,
ketika dipanggil ia akan datang, tak lama kemudian ia akan pergi tanpa meninggalkan kesan dan pesan.
Itulah gambaran dirimu tentang diriku di mata orang-orang.
Di setiap nafas yang engkau hela
Kutitipkan doa Sang Pencipta
Tak pernah dipungkiri, kita akan bertemu di tempat ini.
Tak ada yang merencanakan ini semua, bukan Aku, juga bukan Kau...
Waktu berlalu, dan semua telah berlalu dengan cepat, 248 hari engkau menghiasi hari-hariku, setiap orang yang bertanya tentang parasaanku kepadamu, kau akan pergi tanpa memberi penjelasan.
Seperti merpati yang jinak,
ketika dipanggil ia akan datang, tak lama kemudian ia akan pergi tanpa meninggalkan kesan dan pesan.
Itulah gambaran dirimu tentang diriku di mata orang-orang.
Minggu, 13 Maret 2011
Apakah Aku sudah GILA ?
Aku tak pernah peduli dengan apa yang engkau pikirkan tentang diriku dan apa yang akan kau lakukan terhadapku.Sungguh, Aku tak ingin membiarkan hal ini terjadi di luar kendali jiwaku.
Tetapi, semakin hari, semakin pedih hati ini
walaupun dari kejauhan, Ku masih bisa merasakan detak jantungnya berdenyut seolah mengajakku berdansa bersama. Gilakah diriku? kalau memang Aku sudah gila, biarkan lah kujalani hari-hari terakhirku di tempat ini dengan segala kegilaanku.
Entah apa yang sudah kuperbuat, bayang-bayang itu terus mengejarku dan menagih janji yang tak kupahami.Yang Aku inginkan hanyalah kehadiranku di matamu, entah itu esok, lusa atau hari-hari berikutnya
Ketahuilah, buah apel mungkin akan membusuk
daun-daun pun akan berguguran dan bunga-bunga pasti akan layu
hal itu menanndakan tak ada yang abadi di kehidupan ini.
Dan aku bersumpah mengikhlaskan semuan CINTA yang kumiliki kepadamu.
Tetapi, semakin hari, semakin pedih hati ini
walaupun dari kejauhan, Ku masih bisa merasakan detak jantungnya berdenyut seolah mengajakku berdansa bersama. Gilakah diriku? kalau memang Aku sudah gila, biarkan lah kujalani hari-hari terakhirku di tempat ini dengan segala kegilaanku.
Entah apa yang sudah kuperbuat, bayang-bayang itu terus mengejarku dan menagih janji yang tak kupahami.Yang Aku inginkan hanyalah kehadiranku di matamu, entah itu esok, lusa atau hari-hari berikutnya
Ketahuilah, buah apel mungkin akan membusuk
daun-daun pun akan berguguran dan bunga-bunga pasti akan layu
hal itu menanndakan tak ada yang abadi di kehidupan ini.
Dan aku bersumpah mengikhlaskan semuan CINTA yang kumiliki kepadamu.
Jumat, 25 Februari 2011
Seorang Gadis di Balik Cerita Putih Abu-Abu
3 Tahun rasanya belum cukup untuk mengenal Warna ini
3 Tahun yang panjang ditentukan oleh 4 hari yang mendebarkan
3 Tahun berkutat dengan buku-buku pelajaran
3 Tahun bertemu dengan wajah-wajah yang sama-sama membutuhkan nilai kepribadian
3 Tahun hanya untuk menunggu mendapatkan sebuah kertas berukuran A5
Tetapi...cerita di bangku sekolah bukan sekedar itu saja, ada sesuatu yang memiliki nilai lebih di bandingkan dengan nilai 9 dari mata pelajaran Matematika
yaitu seseorang yang bisa menarik perhatian naluri lelaki.
seseorang yang membuat Duniaku berubah,memberikanku inspirai dan motivasi yang tinggi.
Ku selalu memperhatikan setiap langkah yang ia pijak,setiap gerakan yang ia lakukan dan tiap kali ia berjalan di koridor sekolah,tak pernah kulewatkan hembusan nafasnya yang bagaikan simpony elektromagica
walaupun kutahu,ku takkan pernah bisa memilikinya.
Di balik seragam putih abu-abunya,tersimpan sejuta cerita dan lewat Lamunan Sendu Ia menceritakan semua keluh kesah yang ia rasakan.
Di tiap nafas yang ia hela, kutitipkan Doa kepada Tuhan
"Oh... Tuhan, semoga esok Ia masih tersenyum"
3 Tahun yang panjang ditentukan oleh 4 hari yang mendebarkan
3 Tahun berkutat dengan buku-buku pelajaran
3 Tahun bertemu dengan wajah-wajah yang sama-sama membutuhkan nilai kepribadian
3 Tahun hanya untuk menunggu mendapatkan sebuah kertas berukuran A5
Tetapi...cerita di bangku sekolah bukan sekedar itu saja, ada sesuatu yang memiliki nilai lebih di bandingkan dengan nilai 9 dari mata pelajaran Matematika
yaitu seseorang yang bisa menarik perhatian naluri lelaki.
seseorang yang membuat Duniaku berubah,memberikanku inspirai dan motivasi yang tinggi.
Ku selalu memperhatikan setiap langkah yang ia pijak,setiap gerakan yang ia lakukan dan tiap kali ia berjalan di koridor sekolah,tak pernah kulewatkan hembusan nafasnya yang bagaikan simpony elektromagica
walaupun kutahu,ku takkan pernah bisa memilikinya.
Di balik seragam putih abu-abunya,tersimpan sejuta cerita dan lewat Lamunan Sendu Ia menceritakan semua keluh kesah yang ia rasakan.
Di tiap nafas yang ia hela, kutitipkan Doa kepada Tuhan
"Oh... Tuhan, semoga esok Ia masih tersenyum"
Sabtu, 19 Februari 2011
Lamunan Sendu
Tatapan sayu 2 bola mata membuat hati ini risau...
Entah apa yang ia lamunkan sekarang? masalahnya kah?,teman-temannya kah? atau kemana ia akan melanjutkan sekolahnya?
bukan hak ku untuk mengetahuinya masalahnya lebih jauh,itu bukan urusanku...
tapi,mengapa aku ingin tahu dan mencampurinya?
semakin hari kuperhatikan,semakin sering ia melamun, di sisi lain aku kasihan melihatnya tetapi di sisi lainnya aku kecewa dengan sikapnya yang enggan berbagi cerita dengan orang-orang di sekitarnya.Apakah dengan menutup diri masalahnya akan selesai? tentu saja tidak.
jika aku memiliki 1 hari dari 100 tahun yang kumiliki
kuingin selalu berada di sampingnya,mendengarkan tiap keluh kesah yang ia rasakan
mendekap erat tubuh mungilnya dan akan kukecup keningnya dengan penuh rasa kasih sayang, kuakan terus mengulanginya hingga nafasku hilang terbawa angin di sore hari.
Aku rela menunggu bertahun-tahun hanya untuk menyampaikan sebuah pertanyaan kepada dirinya dan menunggu kata-kata itu terlontar keluar dari bibir mungilnya meskipun pedih kurasa, akan tetap kuterima dengan lapang dada...
Tak ada air mata,tak ada rasa sesal,yang ada hanya sebuah tanya.
"Apakah Ia akan terus melamun?"
Entah apa yang ia lamunkan sekarang? masalahnya kah?,teman-temannya kah? atau kemana ia akan melanjutkan sekolahnya?
bukan hak ku untuk mengetahuinya masalahnya lebih jauh,itu bukan urusanku...
tapi,mengapa aku ingin tahu dan mencampurinya?
semakin hari kuperhatikan,semakin sering ia melamun, di sisi lain aku kasihan melihatnya tetapi di sisi lainnya aku kecewa dengan sikapnya yang enggan berbagi cerita dengan orang-orang di sekitarnya.Apakah dengan menutup diri masalahnya akan selesai? tentu saja tidak.
jika aku memiliki 1 hari dari 100 tahun yang kumiliki
kuingin selalu berada di sampingnya,mendengarkan tiap keluh kesah yang ia rasakan
mendekap erat tubuh mungilnya dan akan kukecup keningnya dengan penuh rasa kasih sayang, kuakan terus mengulanginya hingga nafasku hilang terbawa angin di sore hari.
Aku rela menunggu bertahun-tahun hanya untuk menyampaikan sebuah pertanyaan kepada dirinya dan menunggu kata-kata itu terlontar keluar dari bibir mungilnya meskipun pedih kurasa, akan tetap kuterima dengan lapang dada...
Tak ada air mata,tak ada rasa sesal,yang ada hanya sebuah tanya.
"Apakah Ia akan terus melamun?"
Kamis, 10 Februari 2011
Biar Waktu Yang Akan menjawab
Tak terasa Waktu berlalu...
dan semuanya masih terasa sama tak ada yang berubah...
sekilas kusadar bahwa kekosongan yang selama ini yang Ia genggam sudah terisi oleh seseorang
kecewa? pasti kurasakan,tetapi dibalik kekecewaan yang kupendam terbesit suatu cita bahwa dia akan melupakanku, mungkin itulah jalan terbaik buat diriku, Dilupakan.
sejenak kuberfikir, andai kupunya satu kesempatan saja, aku akan mengatakan segala isi hatiku terhadap dirinya dan meminta maaf atas segala kesalahan yang kuperbuat,disengaja ataupun tidak kusengaja
Waktu terasa cepat berlalu menyisakan pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat terjawab,sedih rasanya hati ini mengingat akan hal itu aku hanya bisa merenung dalam relung penyesalan.Belu sempat kukatakan semua,tapi perbedaan lah yang mengintimidasi keberadaanku di matamau.
sebenarnya diriku tak rela melihat dirimu di seberang,tapi mau dia apa lagi waktu sudah berlalu,berjalan menyisakan sedikit asa bagiku...
Tak peduli dengan statusmu,tak peduli dengan segala kekuranganku dan biarkanlah waktu yang menjawab.
dan semuanya masih terasa sama tak ada yang berubah...
sekilas kusadar bahwa kekosongan yang selama ini yang Ia genggam sudah terisi oleh seseorang
kecewa? pasti kurasakan,tetapi dibalik kekecewaan yang kupendam terbesit suatu cita bahwa dia akan melupakanku, mungkin itulah jalan terbaik buat diriku, Dilupakan.
sejenak kuberfikir, andai kupunya satu kesempatan saja, aku akan mengatakan segala isi hatiku terhadap dirinya dan meminta maaf atas segala kesalahan yang kuperbuat,disengaja ataupun tidak kusengaja
Waktu terasa cepat berlalu menyisakan pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat terjawab,sedih rasanya hati ini mengingat akan hal itu aku hanya bisa merenung dalam relung penyesalan.Belu sempat kukatakan semua,tapi perbedaan lah yang mengintimidasi keberadaanku di matamau.
sebenarnya diriku tak rela melihat dirimu di seberang,tapi mau dia apa lagi waktu sudah berlalu,berjalan menyisakan sedikit asa bagiku...
Tak peduli dengan statusmu,tak peduli dengan segala kekuranganku dan biarkanlah waktu yang menjawab.
Senin, 31 Januari 2011
Endless
Tak Terasa 2 bulan lagi
ku mulai menghitung mundur, detik demi detik berganti dengan menit yang silih berganti pula,jam berubah-ubah dan haripun terus berlalu
tetapi aku tetap disini.Entah aku bodoh atau tak peduli dengan apapun
semuanya mulai meninggalkan dan melupakan kehadiranku, mau di apa lagi beginilah kehidupan.
kulewati hari-hari yang membosankan,hanya hujan di sore hari yang menemani kesedihanku,semuanya seolah menghilang di telan sanubari mimpi, kemana ku harus berlari lagi?
rasanya ingin berteriak sekuat tenaga, tapi aku tak bisa
aku tak bisa meneriakkan isi hatiku begitu saja,semua terasa pahit
cobaan ini terasa menyesakkan dadaku bagai menghisap 10 batang rokok secara bersamaan.
Kucoba tegar menghadapi semua ini, ujian sesungguhnya ada setelah kulewati hadangan UN
semuanya akan terjawab di saat yang tepat
ku mulai menghitung mundur, detik demi detik berganti dengan menit yang silih berganti pula,jam berubah-ubah dan haripun terus berlalu
tetapi aku tetap disini.Entah aku bodoh atau tak peduli dengan apapun
semuanya mulai meninggalkan dan melupakan kehadiranku, mau di apa lagi beginilah kehidupan.
kulewati hari-hari yang membosankan,hanya hujan di sore hari yang menemani kesedihanku,semuanya seolah menghilang di telan sanubari mimpi, kemana ku harus berlari lagi?
rasanya ingin berteriak sekuat tenaga, tapi aku tak bisa
aku tak bisa meneriakkan isi hatiku begitu saja,semua terasa pahit
cobaan ini terasa menyesakkan dadaku bagai menghisap 10 batang rokok secara bersamaan.
Kucoba tegar menghadapi semua ini, ujian sesungguhnya ada setelah kulewati hadangan UN
semuanya akan terjawab di saat yang tepat
Sabtu, 08 Januari 2011
Kekalahan Terbaik
Kekalahan adalah hal yang sering dialami seorang manusia begitupun dengan diriku
setiap kali menyukai seseorang aku sudah harus bersiap-siap patah hati
begitu kejamnya perasaan mempermainkanku, entah itu karena alasan rasional sampai ke hal yang lebih matrealistis.
Ku akui,diriku memiliki sangat banyak kekurangan jelas jauh berbeda dengan kebanyakan remaja putra jaman sekarang yang mengandalkan materi guna terlihat menarik di depan para remaja putri, ohhh sungguh sampai kapan pun saya tak akan bisa seperti itu...
Setelah mendengar kabar burung tentang dirinya,diriku sempat dilanda rasa cemas yang amat sangat berlebihan tapi kucoba tuk tetap tenang sampai kabar burung itu benar terbukti adanya, sungguh kutak dapat mengontrol gejolak jiwa yang kualami sesaaat...
Setelah kuperhatikan sesaat memang orang itu jauh lebih baik dari diriku, aku hanya bisa berharap semoga dia bisa menjaga IM dengan Tulus dan penuh rasa sayang.
Dan inilah Kekalahan Terbaik Yang telah kualami...
setiap kali menyukai seseorang aku sudah harus bersiap-siap patah hati
begitu kejamnya perasaan mempermainkanku, entah itu karena alasan rasional sampai ke hal yang lebih matrealistis.
Ku akui,diriku memiliki sangat banyak kekurangan jelas jauh berbeda dengan kebanyakan remaja putra jaman sekarang yang mengandalkan materi guna terlihat menarik di depan para remaja putri, ohhh sungguh sampai kapan pun saya tak akan bisa seperti itu...
Setelah mendengar kabar burung tentang dirinya,diriku sempat dilanda rasa cemas yang amat sangat berlebihan tapi kucoba tuk tetap tenang sampai kabar burung itu benar terbukti adanya, sungguh kutak dapat mengontrol gejolak jiwa yang kualami sesaaat...
Setelah kuperhatikan sesaat memang orang itu jauh lebih baik dari diriku, aku hanya bisa berharap semoga dia bisa menjaga IM dengan Tulus dan penuh rasa sayang.
Dan inilah Kekalahan Terbaik Yang telah kualami...
Langganan:
Postingan (Atom)