Tak ada orang lain
hanya aku sebagai tokoh tunggal dalam drama ini, yang lain hanyalah penggalan-penggalan memori dari ingatan otak kiriku yang tampil kembali di dalam kehidupanku. Tak ada naskah, panggung dan juga penonton pada awalnya tetapi, semakin dalam kumemainkan peran semakin banyak yang menonton drama ini Malaikat,setan, mungkin Tuhan juga menontonnya.
Semakin ramai, semakin banyak yang datang menonton dan mencibir sampai menanyakan siapa orang yang berada di balik drama ini?. Tak ada yang akan menyangka siapa sosok di balik MonoDrama ini.
Dirimulah yang memulai Drama ini, engkaulah Sutradaranya, kau yang mengatur kemana alur cerita ini berjalan dan kau yang menentukan akhir Drama ini, aku hanyalah seorang pemain sandiwara yang lupa akan peran yang sedang kuperankan. Begitu hebat drama ini, berjalan tanpa naskah dan hanya di sandiwarakan oleh seseorang yang tidak waras.
Berat rasanya untuk melanjutkan sandiwara ini, tetapi terlalu dini untuk mengakhiri drama ini. Kumasih ingin menari, bernyanyi dan menereriakkan namamu sekeras-kerasnya. Sendirian, kulakukan semua itu sendirian, tak ada yang menemaniku beraduperan didalam pentas ini.
yah... memang ini adalah Drama milikku yang diatur oleh seseorang, kuingin meneriakkan namanya sekeras-kerasnya.
" IIN MARCELINA !!! "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar