Jumat, 25 Februari 2011

Seorang Gadis di Balik Cerita Putih Abu-Abu

3 Tahun rasanya belum cukup untuk mengenal Warna ini
3 Tahun yang panjang ditentukan oleh 4 hari yang mendebarkan
3 Tahun berkutat dengan buku-buku pelajaran
3 Tahun bertemu dengan wajah-wajah yang sama-sama membutuhkan nilai kepribadian
3 Tahun hanya untuk menunggu mendapatkan sebuah kertas berukuran A5


Tetapi...cerita di bangku sekolah bukan sekedar itu saja, ada sesuatu yang memiliki nilai lebih di bandingkan dengan nilai 9 dari mata pelajaran Matematika
yaitu seseorang yang bisa menarik perhatian naluri lelaki.


seseorang yang membuat Duniaku berubah,memberikanku inspirai dan motivasi yang tinggi.
Ku selalu memperhatikan setiap langkah yang ia pijak,setiap gerakan yang ia lakukan dan tiap kali ia berjalan di koridor sekolah,tak pernah kulewatkan hembusan nafasnya yang bagaikan simpony elektromagica
walaupun kutahu,ku takkan pernah bisa memilikinya.

Di balik seragam putih abu-abunya,tersimpan sejuta cerita dan lewat Lamunan Sendu Ia menceritakan semua keluh kesah yang ia rasakan.
Di tiap nafas yang ia hela, kutitipkan Doa kepada Tuhan

"Oh... Tuhan, semoga esok Ia masih tersenyum"

Sabtu, 19 Februari 2011

Lamunan Sendu

Tatapan sayu 2 bola mata membuat hati ini risau...
Entah apa yang ia lamunkan sekarang? masalahnya kah?,teman-temannya kah? atau kemana ia akan melanjutkan sekolahnya?
bukan hak ku untuk mengetahuinya masalahnya lebih jauh,itu bukan urusanku...
tapi,mengapa aku ingin tahu dan mencampurinya?

semakin hari kuperhatikan,semakin sering ia melamun, di sisi lain aku kasihan melihatnya tetapi di sisi lainnya aku kecewa dengan sikapnya yang enggan berbagi cerita dengan orang-orang di sekitarnya.Apakah dengan menutup diri masalahnya akan selesai? tentu saja tidak.

jika aku memiliki 1 hari dari 100 tahun yang kumiliki
kuingin selalu berada di sampingnya,mendengarkan tiap keluh kesah yang ia rasakan
mendekap erat tubuh mungilnya dan akan kukecup keningnya dengan penuh rasa kasih sayang, kuakan terus mengulanginya hingga nafasku hilang terbawa angin di sore hari.

Aku rela menunggu bertahun-tahun hanya untuk menyampaikan sebuah pertanyaan kepada dirinya dan menunggu kata-kata itu terlontar keluar dari bibir mungilnya meskipun pedih kurasa, akan tetap kuterima dengan lapang dada...
Tak ada air mata,tak ada rasa sesal,yang ada hanya sebuah tanya.

"Apakah Ia akan terus melamun?"

Kamis, 10 Februari 2011

Biar Waktu Yang Akan menjawab

Tak terasa Waktu berlalu...
dan semuanya masih terasa sama tak ada yang berubah...
sekilas kusadar bahwa kekosongan yang selama ini yang Ia genggam sudah terisi oleh seseorang
kecewa? pasti kurasakan,tetapi dibalik kekecewaan yang kupendam terbesit suatu cita bahwa dia akan melupakanku, mungkin itulah jalan terbaik buat diriku, Dilupakan.

sejenak kuberfikir, andai kupunya satu kesempatan saja, aku akan mengatakan segala isi hatiku terhadap dirinya dan meminta maaf atas segala kesalahan yang kuperbuat,disengaja ataupun tidak kusengaja


Waktu terasa cepat berlalu menyisakan pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat terjawab,sedih rasanya hati ini mengingat akan hal itu aku hanya bisa merenung dalam relung penyesalan.Belu sempat kukatakan semua,tapi perbedaan lah yang mengintimidasi keberadaanku di matamau.

sebenarnya diriku tak rela melihat dirimu di seberang,tapi mau dia apa lagi waktu sudah berlalu,berjalan menyisakan sedikit asa bagiku...


Tak peduli dengan statusmu,tak peduli dengan segala kekuranganku dan biarkanlah waktu yang menjawab.