Rintik-rintik hujan membasahi ubun-ubun kepalaku dan sepertinya hujan takkan usai
mendung menyelimuti kota bagai selimut tebal, dingin menusuk ke pori-pori kulit sampai ke dalam rongga-rongga tulang rusukku
hari-hari berlalu sama saja tidak ada yang berbeda dengan hari-hari yang telah berlalu, apakah ini akan berlangsung seperti ini secara terus menerus?
hmm aku menghela nafas panjang dan mulai kembali ke ingatan masa...
senyumnya mengembang jelas di estetika otakku, kapan hal itu akan terulang lagi?
hatiku terus bertanya-tanya...
sepi mulai mengusik benakku,perlahan berubah menjadi keheningan...
"tik...tik...tik..." bunyi tetesan air yang jatuh menimpa atap penutup tempat parkir depan warkop tempatku menghabiskan waktu di sore ini...
"Mano" tiba-tiba Ichal menegurku, orang yang sudah sejak tadi kutunggu
sore itu kulewatkan dengan Ichal menghabiskan segelas kopi diikuti balutan cerita yang diikuti sedikit perdebatan
sampai di titik puncak pembicaraan kami berdua,aku mendapatkan suatu pembenaran
tak perlu mempercayai,cukup meyakininya saja.
Selasa, 21 Desember 2010
Senin, 13 Desember 2010
Retorika Di Tengah Konflik Jiwa
Kebingungan melanda jiwa yang masih lelah akibat benturan masalah sisa hari kemarin
rasa-rasanya kuingin melompat dari gedung pencakar langit atau menabrakkan diri ke mobil truk yang melaju kencang...
Peristiwa kemarin telah memberiku banyak pelajaran tentang bagaimana perasaan yang tak pernah sama galau yang kini kurasakan,kecewa mulai datang menghampiriku tetapi aku harus tetap kuat menjalani konflik yang menggelora di dalam hatiku....
Apakah yang dirasakannya sama dengan apa yang kurasakan sekarang?
jawabannya tentu saja TIDAK!!!
Aku mulai bertanya-tanya dalam hati "apa yang ia pikirkan tentangku selama ini"
mungkin hanya waktu yang akan menjawabnya
Aku betul-betul di buat tak berdaya menghadapi Intrik kehidupan...
skenario telah berjalan jauh dan aku tak mungkin mengubah awalan cerita ini
tapi aku yakin... aku bisa mengubah alur cerita ini.
rasa-rasanya kuingin melompat dari gedung pencakar langit atau menabrakkan diri ke mobil truk yang melaju kencang...
Peristiwa kemarin telah memberiku banyak pelajaran tentang bagaimana perasaan yang tak pernah sama galau yang kini kurasakan,kecewa mulai datang menghampiriku tetapi aku harus tetap kuat menjalani konflik yang menggelora di dalam hatiku....
Apakah yang dirasakannya sama dengan apa yang kurasakan sekarang?
jawabannya tentu saja TIDAK!!!
Aku mulai bertanya-tanya dalam hati "apa yang ia pikirkan tentangku selama ini"
mungkin hanya waktu yang akan menjawabnya
Aku betul-betul di buat tak berdaya menghadapi Intrik kehidupan...
skenario telah berjalan jauh dan aku tak mungkin mengubah awalan cerita ini
tapi aku yakin... aku bisa mengubah alur cerita ini.
Langganan:
Postingan (Atom)