Rintik-rintik hujan membasahi ubun-ubun kepalaku dan sepertinya hujan takkan usai
mendung menyelimuti kota bagai selimut tebal, dingin menusuk ke pori-pori kulit sampai ke dalam rongga-rongga tulang rusukku
hari-hari berlalu sama saja tidak ada yang berbeda dengan hari-hari yang telah berlalu, apakah ini akan berlangsung seperti ini secara terus menerus?
hmm aku menghela nafas panjang dan mulai kembali ke ingatan masa...
senyumnya mengembang jelas di estetika otakku, kapan hal itu akan terulang lagi?
hatiku terus bertanya-tanya...
sepi mulai mengusik benakku,perlahan berubah menjadi keheningan...
"tik...tik...tik..." bunyi tetesan air yang jatuh menimpa atap penutup tempat parkir depan warkop tempatku menghabiskan waktu di sore ini...
"Mano" tiba-tiba Ichal menegurku, orang yang sudah sejak tadi kutunggu
sore itu kulewatkan dengan Ichal menghabiskan segelas kopi diikuti balutan cerita yang diikuti sedikit perdebatan
sampai di titik puncak pembicaraan kami berdua,aku mendapatkan suatu pembenaran
tak perlu mempercayai,cukup meyakininya saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar